Ruangrakyatgarut.id 04 Maret 2026 — Dalam menyikapi fenomena aktivitas balap liar yang marak terjadi di sejumlah titik, tiga unsur strategis kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Garut yakni Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar pertemuan koordinatif guna merumuskan langkah solutif dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi KNPI Kabupaten Garut, Ryan Multama Ranu Putra, S.H, Ketua KONI Kabupaten Garut Subhan Rohmansyah, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut Asep Mulyana, S.IP., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, ketiga unsur sepakat bahwa pendekatan terhadap fenomena balap liar tidak cukup hanya melalui penindakan, melainkan perlu diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana otomotif yang representatif, aman, serta terstandarisasi.
Ryan Multama Ranu Putra, S.H selaku Wakil Ketua Bidang Organisasi KNPI menegaskan bahwa fenomena balap liar harus dibaca secara komprehensif sebagai ekspresi minat dan potensi generasi muda di bidang otomotif.
“Ini bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi juga persoalan ruang dan fasilitas. Banyak anak muda memiliki bakat dan minat di dunia balap. Jika tidak difasilitasi, potensi itu akan terus muncul di ruang publik yang tidak semestinya,” ujarnya.
Ketua KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, S.E., M.M., menambahkan bahwa cabang olahraga otomotif memiliki peluang besar untuk menyumbang prestasi daerah apabila pembinaan dilakukan secara sistematis dan didukung sarana latihan yang memadai.
“Kita tidak bisa berbicara target tanpa infrastruktur. Jika kita serius menatap Porprov 2030, maka pembangunan sarana otomotif harus mulai dirancang dari sekarang agar pembinaan atlet berjalan terarah dan berjenjang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Kabupaten Garut, Asep Mulyana, S.IP., M.Si., menyambut baik gagasan kolaboratif tersebut dan menilai pentingnya integrasi pembangunan sarana olahraga dalam perencanaan pembangunan daerah.Menurutnya, fasilitas otomotif tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet dan pengurangan balap liar, tetapi juga memiliki efek ekonomi yang signifikan bagi daerah.
“Sarana otomotif yang representatif diyakini mampu mendongkrak kunjungan ke Garut melalui event-event balap tingkat regional maupun provinsi. Perputaran ekonomi dari sektor perhotelan, kuliner, UMKM, hingga jasa transportasi tentu akan meningkat. Ini berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dapat digunakan kembali untuk pembangunan sektor lainnya,” jelasnya.
Ketiga pihak sepakat bahwa pembangunan sirkuit atau fasilitas otomotif resmi bukan hanya solusi sosial dan olahraga, tetapi juga investasi ekonomi jangka panjang. Dengan pengelolaan profesional, fasilitas tersebut dapat menjadi pusat kegiatan olahraga, pembinaan atlet, ajang kompetisi, sekaligus destinasi sport tourism yang memperkuat posisi Garut sebagai daerah yang ramah terhadap aktivitas kepemudaan dan olahraga.
Pertemuan ini menghasilkan komitmen bersama untuk mendorong kajian teknis, perencanaan matang, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam rangka mewujudkan sarana otomotif representatif sebagai bagian dari roadmap persiapan Porprov 2030.
Dengan kolaborasi antara KNPI, KONI, dan Dispora, diharapkan Garut tidak hanya mampu menekan fenomena balap liar, tetapi juga mentransformasikannya menjadi kekuatan prestasi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
