Oplus_131072
Ruangrakyatgarut.id 03 Januari 2026 — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Aceng Malki, melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menyusul laporan dan pemberitaan di media sosial terkait musibah ambruknya bangunan sekolah tersebut.
Aceng Malki menjelaskan, kunjungan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan yang diterima Komisi V serta informasi yang beredar di publik. Dari hasil peninjauan langsung di lapangan, ditemukan adanya indikasi lemahnya kualitas konstruksi bangunan.
“Memang benar terjadi musibah, dan setelah kita tinjau langsung, ternyata rencana pembangunannya kurang bagus. Fondasi bangunan tidak sesuai spesifikasi, termasuk penggunaan besi yang jumlah dan kualitasnya tidak memenuhi standar,” ujar Aceng Malki di sela kunjungan.
Ia menegaskan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat jumlah siswa di SMA Negeri 2 Gunung Putri cukup banyak dan sangat membutuhkan ruang kelas yang layak dan aman. Menurutnya, keterlambatan perbaikan akan berdampak langsung pada proses belajar mengajar dan keselamatan peserta didik.
Terkait progres perbaikan, Aceng Malki menyampaikan bahwa hingga saat ini belum dilakukan perbaikan fisik. Namun, pihaknya menerima informasi bahwa pendanaan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait telah mulai turun.
“Perbaikan memang belum berjalan, baru minggu ini anggarannya turun dari kementerian pusat. Alhamdulillah sudah ada gambaran dan rencananya akan segera dimulai. Yang jelas, tahun ini harus selesai sebelum tahun ajaran baru berjalan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Aceng Malki menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Komisi V DPRD Jawa Barat. Pihaknya akan memperketat fungsi pengawasan terhadap pembangunan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Jawa Barat, khususnya bangunan baru.
“Ini jadi evaluasi besar bagi kami. Komisi V akan melakukan pengecekan terhadap pembangunan-pembangunan baru di seluruh Jawa Barat, memastikan apakah sudah sesuai spesifikasi atau tidak. Bahkan setelah dari sini, kami langsung ke Bekasi untuk mengecek pembangunan RKB baru, ini efek dari kejadian di Gunung Putri,” jelasnya.
Sebagai penutup, Aceng Malki memberikan pesan dan harapan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait agar lebih selektif dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyek pembangunan.
“Kepala dinas terkait harus benar-benar memilih CV atau kontraktor yang jelas dan kredibel. Pengawasannya harus ketat, tidak boleh longgar, karena ini menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak,” pungkasnya.
