Ruangrakyatgarut.id 05 Januari 2026 — Pengusaha dermawan H. Dudung Sudiana memberikan bantuan dan dukungan pengobatan kepada Siti Nur Rahayu, atlet rugby putri asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang saat ini terbaring sakit dan harus menjalani operasi penyakit usus di tengah keterbatasan biaya serta ketiadaan BPJS Kesehatan.
Siti Nur Rahayu merupakan atlet rugby yang pernah mengharumkan nama Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat saat memperkuat kontingen Jabar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Namun pasca ajang olahraga tersebut, ia kini harus berjuang melawan penyakit serius yang mengharuskannya menjalani tindakan operasi dengan biaya tidak sedikit.
Kondisi Siti menjadi sorotan publik setelah video dan kisahnya viral di media sosial, hingga kemudian diangkat oleh sejumlah media nasional. Pemberitaan tersebut menyoroti lemahnya jaminan perlindungan bagi atlet daerah yang telah berprestasi, khususnya saat menghadapi masalah kesehatan.
Kasus ini juga memunculkan kritik terhadap lambannya respons pemerintah daerah. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bahkan menyatakan bahwa dirinya mengetahui kondisi Siti bukan dari laporan resmi pemerintah Kabupaten Garut, melainkan dari pemberitaan media nasional, termasuk Kompas.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Dedi Mulyadi kemudian merepost pemberitaan di akun Instagram pribadinya dan memerintahkan jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bergerak cepat. Siti Nur Rahayu selanjutnya dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis ke Rumah Sakit Al-Ihsan (RSHS/RS Al Ihsan) Bandung guna memperoleh perawatan lanjutan.
Di tengah proses penanganan tersebut, H. Dudung Sudiana hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung biaya pengobatan dan kebutuhan medis Siti Nur Rahayu selama menjalani perawatan.
Langkah H. Dudung Sudiana ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap atlet daerah yang telah berjasa namun luput dari perhatian sistem jaminan kesehatan. Bantuan ini dinilai meringankan beban keluarga serta memberikan harapan bagi pemulihan Siti.
Kasus Siti Nur Rahayu kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan berkelanjutan bagi atlet berprestasi, tidak hanya saat bertanding, tetapi juga ketika menghadapi masa sulit dalam kehidupan mereka. Perhatian dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terus berulang.
