Ruangrakyatgarut.id 18 Maret 2026 – Eldy Supriadi melontarkan kritik keras terhadap dugaan penyalahgunaan fasilitas “mobil rakyat” yang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti mudik, alih-alih untuk operasional kerja dan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, praktik tersebut mencerminkan rendahnya integritas serta bentuk nyata pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang difasilitasi untuk kepentingan rakyat seharusnya digunakan sepenuhnya untuk menunjang tugas dan pelayanan, bukan menjadi sarana kenyamanan pribadi.
“Ini bukan sekadar pelanggaran etika, tapi bentuk penyimpangan fungsi. Mobil rakyat itu untuk kerja, bukan untuk mudik,” tegasnya di Garut.
Eldy juga menyatakan tidak akan tinggal diam apabila menemukan langsung praktik penyalahgunaan di lapangan. Ia menegaskan siap melaporkan setiap pelanggaran sebagai bagian dari komitmen menjaga amanah publik.
“Kalau saya melihat langsung di lapangan, saya tidak akan segan melaporkan. Ini amanah rakyat. Ketika rakyat dituntut tertib, pejabat juga harus memberi contoh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eldy menilai bahwa setiap penyalahgunaan fasilitas publik menunjukkan lemahnya pengawasan sekaligus mentalitas yang belum siap memegang tanggung jawab. Ia mengingatkan, jika dibiarkan, praktik tersebut dapat melahirkan budaya permisif terhadap penyimpangan yang awalnya kecil namun lama-kelamaan menjadi kebiasaan.
Momentum Idul Fitri, lanjutnya, kerap dijadikan alasan pembenaran untuk menggunakan fasilitas negara atau publik demi kepentingan pribadi. Padahal, menurutnya, justru pada momen tersebut integritas dan kedisiplinan seharusnya diuji.
Ia pun mendesak pihak berwenang untuk bertindak tegas melalui penertiban, pengawasan ketat, hingga pemberian sanksi bagi oknum yang terbukti melanggar, agar penyalahgunaan fasilitas publik tidak terus berulang.
