Ruangrakyatgarut.id – Bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut menjelang Musyawarah Daerah (Musda) kian menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan dalam perbincangan internal partai. Salah satu figur yang disebut mendapat dorongan kuat dari kader di tingkat kecamatan adalah politisi senior Deden Sopian.
Deden menilai dinamika yang berkembang menjelang Musda merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik besar seperti Golkar. Menurutnya, kompetisi dalam pemilihan ketua harus dimaknai sebagai momentum memperkuat konsolidasi partai, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
“Golkar adalah partai besar yang dibangun dengan tradisi kaderisasi yang kuat. Munculnya banyak kandidat adalah hal wajar. Yang terpenting adalah bagaimana kepemimpinan ke depan mampu membawa Golkar lebih solid dan semakin kuat,” ujar Deden, Sabtu (7/3/2026).
Ia menegaskan, Musda bukan hanya agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum strategis untuk menentukan arah politik Golkar di Kabupaten Garut ke depan. Karena itu, menurutnya, sosok ketua yang terpilih harus memiliki pengalaman, rekam jejak organisasi yang jelas, serta kemampuan menjaga soliditas kader.
Deden sendiri bukan sosok baru di tubuh Golkar Garut. Ia telah berkiprah sejak awal 1990-an dan menjadi bagian dari perjalanan politik partai tersebut di daerah.
Pada 1994, Deden pernah menjabat sebagai Kepala Desa Cikembulan dan aktif di organisasi sayap Golkar, yakni Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Karier politiknya terus berkembang ketika pada 2002 dipercaya menjadi Sekretaris Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Kecamatan Kadungora sebelum akhirnya menjabat Ketua PK.
Rekam jejaknya di tingkat kabupaten semakin menguat ketika pada 2007 ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Garut. Pada periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Ketua Komisi B di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut periode 2004–2009.
Dalam perjalanan politiknya di legislatif, Deden tercatat telah menjalani empat periode sebagai anggota DPRD Garut. Ia juga pernah memimpin Fraksi Golkar selama hampir satu dekade hingga 2024.
Selain aktif di partai, Deden juga memiliki rekam jejak panjang di berbagai organisasi kemasyarakatan. Ia bergabung dengan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sejak 2004 dan pernah menjabat sebagai Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Garut selama dua periode, yakni 2009 hingga 2019.
Dorongan dari kader kecamatan agar Deden maju dalam Musda dinilai sebagai sinyal kuat bahwa sebagian basis akar rumput Golkar menginginkan kepemimpinan yang berpengalaman serta memahami dinamika partai dari bawah.
Musda Golkar Garut sendiri diperkirakan tidak akan berjalan tanpa dinamika. Persaingan antarfigur diprediksi menjadi ujian bagi soliditas internal partai, sekaligus menentukan siapa yang akan memimpin arah politik Golkar di Kabupaten Garut ke depan.
