Ruangrakyatgarut.id 12 februari 2026 — Penggiat budaya asal Kabupaten Garut, Jawa Barat, Dasep Badru Salam, menegaskan pentingnya pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari penguatan identitas bangsa. Melalui semangat “Mapag Hurip Gumiwang Cigarut”, ia mendorong agar budaya lokal tidak hanya dijaga secara simbolik, tetapi menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan.
Menurut Dasep, warisan budaya Garut merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional. Oleh karena itu, pelestariannya harus ditempatkan sebagai agenda strategis, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika budaya daerah kuat, maka fondasi kebangsaan juga akan kokoh. Garut harus bangga dan konsisten menjaga identitas budayanya,” ujar Dasep dalam keterangannya.
Ia menilai arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat kerap menggeser perhatian generasi muda terhadap nilai-nilai tradisi. Karena itu, diperlukan penguatan pendidikan berbasis budaya, dukungan konkret terhadap pelaku seni, serta kebijakan yang berpihak pada pengembangan kebudayaan daerah.
Dasep juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam memastikan budaya lokal tetap hidup dan relevan di tingkat nasional.
Menurutnya, kemajuan ekonomi dan pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan penguatan karakter berbasis budaya. Tanpa itu, pembangunan dinilai akan kehilangan arah dan identitas.
“Modernisasi tidak boleh membuat kita tercerabut dari akar. Budaya harus menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkarakter dan berdaya saing,” tegasnya.
Melalui semangat “Mapag Hurip Gumiwang Cigarut”, Garut diharapkan mampu menjadi contoh daerah yang berhasil memadukan kemajuan pembangunan dengan keteguhan menjaga nilai-nilai budaya sebagai bagian dari kekuatan Indonesia secara keseluruhan.
