Ruangrakyatgarut.id 18 Februari 2025 — Sekitar pukul 13.30 WIB, aliansi Cipayung Plus Kabupaten Garut yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Garut.
Aksi yang mengusung tajuk “Hari Jadi ‘Jadi-an’ Garut” tersebut merupakan bentuk refleksi kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan daerah yang dinilai belum terselesaikan secara substantif. Massa aksi menyoroti isu kemiskinan, persoalan tata kelola kesehatan, dugaan carut-marut pertanahan, problem perumahan dan permukiman, hingga pelayanan publik yang belum optimal.
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus juga menyerahkan “kado” simbolik kepada Pemerintah Kabupaten Garut berupa desain poster kritik yang memuat potret dan inisial sejumlah pejabat/instansi, sebagai bentuk pengingat atas berbagai polemik yang berkembang di ruang publik.
Poster tersebut memuat narasi satir “Selamat Hari Jadi ‘Jadi-an’ Garut” serta menampilkan beberapa isu yang dikaitkan dengan instansi terkait, antara lain:
• Dinas Kesehatan
• Perkim
• ATR/BPN
• RSUD
Koordinator aksi menyampaikan bahwa “kado” tersebut bukan dimaksudkan sebagai serangan personal, melainkan kritik kebijakan dan kinerja kelembagaan.
“Ini adalah bentuk cinta kami kepada Garut. Hari jadi seharusnya menjadi momen evaluasi, bukan sekadar seremoni. Jika masih banyak problem struktural yang belum dibenahi, maka wajar jika kami menyebutnya ‘jadi-an’,” ujarnya dalam orasi.
Cipayung Plus menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan publik secara objektif, berbasis data, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Mahasiswa, sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, memiliki tanggung jawab moral untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Aksi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Perwakilan massa aksi juga membuka ruang dialog apabila Pemerintah Kabupaten Garut bersedia melakukan audiensi terbuka guna membahas tuntutan yang disampaikan.
