Ruangrakyatgarut.id — Kondisi Alun-Alun Cisirupan, Kecamatan Cisirupan, Kabupaten Garut, menuai kritik tajam dari masyarakat. Ruang publik yang seharusnya menjadi pusat aktivitas warga sekaligus simbol kebanggaan kecamatan itu dinilai terbengkalai dan tidak menunjukkan pengelolaan yang serius.
Sejumlah fasilitas tampak rusak, rumput tidak terawat, serta area alun-alun terlihat kumuh Pagar Sudah bolong berkarat
Minimnya perawatan rutin memperkuat anggapan warga bahwa alun-alun dibiarkan tanpa arah dan tanggung jawab yang jelas.
“Alun-alun ini ikon kecamatan. Kalau kondisinya seperti sekarang, wajar jika masyarakat mempertanyakan peran dan kepedulian pemerintah,” ujar Iyus Yusera, warga Cisirupan, saat ditemui di lokasi, Selasa (27/01/2026).
Selain persoalan kebersihan, warga juga menyoroti absennya ikon atau simbol khas Kecamatan Cisirupan di kawasan alun-alun. Padahal, sebagai wajah wilayah, alun-alun semestinya menampilkan identitas lokal yang mencerminkan sejarah, budaya, dan karakter masyarakat setempat.
Warga menilai ketidakjelasan konsep penataan serta lemahnya pengawasan menyebabkan alun-alun kehilangan fungsi strategisnya sebagai ruang terbuka hijau, pusat kegiatan sosial, sekaligus potensi penggerak ekonomi lokal.
“Kami tidak menuntut yang berlebihan. Yang kami minta hanya pengelolaan yang serius dan bertanggung jawab, bukan pembiaran,” tegas warga lainnya.
Masyarakat juga mendesak adanya keterbukaan terkait anggaran pemeliharaan serta kejelasan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan Alun-Alun Cisirupan. Tanpa transparansi, fasilitas publik dinilai rawan terbengkalai dan tidak berkelanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kecamatan maupun dinas terkait mengenai kondisi serta rencana penataan Alun-Alun Cisirupan.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar Alun-Alun Cisirupan kembali berfungsi sebagai ruang publik yang layak, representatif, dan membanggakan bagi masyarakat Kecamatan Cisirupan. (Red)
