Ruangrakyatgarut.id 20 Mei 2026 — Anggota DPRD Kabupaten Garut, Nuri Nur Dwi Hikmayanti, S.E., melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kampung Pamuruyan RT 05 RW 01, Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusiasme dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat. Mayoritas usulan yang disampaikan berkaitan dengan pembangunan infrastruktur lingkungan serta program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Reses merupakan agenda resmi anggota legislatif dalam menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan. Melalui kegiatan ini, berbagai kebutuhan dan persoalan warga dihimpun untuk kemudian diperjuangkan dalam perencanaan program pembangunan daerah.
Dalam reses di Desa Pangauban, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, di antaranya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan jalan lingkungan, serta bantuan Rutilahu. Ketiga usulan tersebut dinilai sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan, mobilitas, dan kualitas hunian masyarakat.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kondisi jalan lingkungan di Kampung Pamuruyan masih belum memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju permukiman dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat.
Selain itu, pembangunan TPT menjadi prioritas mengingat wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan yang rawan longsor, terutama saat musim hujan. Keberadaan TPT dianggap sangat penting sebagai langkah mitigasi bencana dan perlindungan bagi lingkungan permukiman warga.
Dalam sesi dialog, masyarakat menyampaikan aspirasi secara terbuka. Seluruh usulan dicatat untuk selanjutnya diperjuangkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias. Semua usulan yang disampaikan akan kami tampung sebagai aspirasi resmi dan akan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Teh Nuri.
Kegiatan reses ini mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat dan warga setempat. Mereka menilai reses menjadi sarana strategis untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini belum terealisasi, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar dan bantuan sosial.
Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya berhenti pada tahap pendataan, tetapi dapat segera ditindaklanjuti menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pembangunan TPT dan perbaikan jalan lingkungan dinilai sangat mendesak karena berhubungan erat dengan keselamatan warga serta kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Sementara itu, program Rutilahu menjadi harapan besar bagi warga kurang mampu yang masih tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian agar lebih aman, sehat, dan layak untuk ditempati.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mendorong pembangunan di wilayah desa. Aspirasi yang telah dihimpun akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan pada tahun anggaran mendatang.
Kegiatan ditutup dengan pendataan rinci terhadap seluruh usulan warga serta dialog lanjutan. Masyarakat berharap hasil reses ini dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan warga Kampung Pamuruyan.
