Ruangrakyatgarut.id 02 Mei 2026 – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, menindaklanjuti laporan dari PAC PDI Perjuangan Kecamatan Cilawu terkait kondisi rumah tidak layak huni milik seorang janda, Nunung Aisyah, di Kampung Babakan Cialiwung, RT 01 RW 01, Desa Dangiang, Kecamatan Cilawu.
Kunjungan dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bersama Sekretaris PAC PDI Perjuangan Cilawu, Asep, serta Ketua RW setempat, Budi. Dalam peninjauan tersebut, Yudha melihat langsung kondisi rumah yang memprihatinkan. Sebagian dinding rumah yang terbuat dari bilik bambu tampak rusak parah, bahkan beberapa bagian terbuka sehingga tidak lagi memberikan perlindungan yang layak bagi penghuninya.
Selain kondisi fisik rumah, Yudha juga menyoroti aspek kesejahteraan sosial. Berdasarkan hasil pengecekan melalui Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nunung Aisyah diketahui tidak terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Akibatnya, ia tidak menerima berbagai program bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Dalam kesehariannya, Nunung Aisyah harus bekerja serabutan demi menghidupi anaknya, mulai dari buruh cuci, menyetrika, hingga menjadi asisten rumah tangga harian jika ada yang membutuhkan jasanya.
Menanggapi hal tersebut, Yudha langsung berkoordinasi dengan Camat Cilawu, Deni Darmawan, guna memastikan validitas dokumen kependudukan milik Nunung Aisyah. Verifikasi ini dinilai penting agar yang bersangkutan dapat segera masuk dalam basis data penerima bantuan sosial.
Yudha berharap Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut dapat segera mengambil langkah untuk memperbaiki rumah tersebut. Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk mengoptimalkan kolaborasi pendanaan apabila anggaran pemerintah terbatas, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan dukungan dari BAZNAS Garut.
“Semoga ada solusi konkret dan cepat untuk Ibu Nunung Aisyah, agar beliau bisa tinggal di rumah yang layak dan mendapatkan haknya sebagai warga negara,” ujar Yudha.
Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus dorongan nyata agar penanganan kemiskinan dan ketimpangan sosial di daerah dapat lebih tepat sasaran.
