Ruangrakyatgarut.id 13 April 2026 – Semangat kompetisi dan prestasi mewarnai gelaran Ajang Talenta Pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Karangpawitan tahun 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh PGRI Kecamatan Karangpawitan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga panggung strategis dalam membina generasi unggul yang berdaya saing di berbagai bidang.
Beragam cabang lomba dipertandingkan dalam ajang ini, mulai dari Lomba Cerdas Cermat (LCC), Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), hingga Sapta Lomba Pendidikan Agama Islam (PAI). Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menggali potensi siswa secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik, seni, olahraga, maupun keagamaan.
Pembukaan ajang talenta ditandai dengan pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Seluruh sekolah dasar di wilayah Karangpawitan turut ambil bagian, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejak dini.
Sebanyak 60 sekolah dasar mengikuti kompetisi LCC tahun ini. Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap, yakni tingkat gugus dan tingkat kecamatan. Dari enam gugus yang masing-masing terdiri atas 10 sekolah, dipilih juara pertama dan kedua untuk melaju ke tingkat kecamatan hingga menghasilkan 12 besar terbaik.
Koordinator Pengawas (Korwas) Bidang Pendidikan Kecamatan Karangpawitan, Drs. H. Jujun Juhendi, M.Pd., menjelaskan bahwa ajang talenta ini merupakan bentuk pembinaan terpadu yang berkelanjutan bagi siswa.
“Iya, ini adalah ajang talenta tahun 2026 yang dikemas dengan berbagai kegiatan di antaranya LCC, FLS3N, OSN, O2SN, dan Sapta Lomba PAI jenjang sekolah dasar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LCC menjadi salah satu program prioritas yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni pada April dan Oktober. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
“Alhamdulillah, di bulan April ini kita bisa kembali melaksanakan LCC. Untuk FLS3N, OSN, O2SN, dan Sapta Lomba PAI akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Jujun menegaskan bahwa pelaksanaan LCC tahun ini difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi (litnum). Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap penurunan capaian di tingkat Kabupaten Garut dalam beberapa waktu terakhir.
“LCC sekarang menginduk kepada literasi dan numerasi? Karena saat ini capaian litnum di Kabupaten Garut mengalami penurunan. Maka ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkannya,” ungkapnya.
Atmosfer kompetisi semakin terasa saat babak final tingkat kecamatan digelar. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam menjawab berbagai soal yang menuntut ketepatan, kecepatan, serta pemahaman konsep yang kuat.
Dari hasil akhir, SDN 3 Lebak Jaya berhasil keluar sebagai juara pertama dengan perolehan nilai 1.300 poin. Prestasi tersebut mengantarkan sekolah tersebut sebagai wakil Kecamatan Karangpawitan untuk berlaga di tingkat Kabupaten Garut pada 15–16 April 2026.
Sementara itu, posisi juara kedua diraih oleh SDN Situjaya dengan 800 poin, disusul SDN 2 Lengkongjaya di posisi ketiga dengan raihan 700 poin.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang mendapatkan pembinaan serta penghargaan dari pemerintah daerah, dengan rincian Rp2.500.000 untuk juara pertama, Rp1.500.000 untuk juara kedua, dan Rp1.000.000 untuk juara ketiga.
Jujun berharap, ajang talenta ini mampu menjadi pemicu semangat belajar siswa sekaligus mendorong peran aktif guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk lebih semangat belajar. Literasi dan numerasi harus terus ditingkatkan, baik oleh siswa maupun guru di satuan pendidikan masing-masing,” pungkasnya.
Ke depan, cabang lomba lainnya seperti FLS3N, OSN, O2SN, dan Sapta Lomba PAI akan digelar pada Mei 2026 dengan mekanisme seleksi yang serupa. Juara terbaik dari masing-masing cabang akan kembali mewakili Kecamatan Karangpawitan di tingkat kabupaten, membawa harapan besar untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
Ajang ini pun menjadi bukti nyata bahwa pembinaan sejak jenjang dasar memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berprestasi di berbagai bidang.
