Ruangrakyatgarut.id 18 Maret 2026 – Aktivis Ferry Nurdiansyah melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Dewan Pendidikan Kabupaten Garut yang dinilai belum memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas dan layanan pendidikan.
Menurut Ferry, keberadaan Dewan Pendidikan sejauh ini terkesan lebih banyak hadir dalam forum-forum formal tanpa dampak signifikan di lapangan. Ia menilai lembaga tersebut belum mampu memainkan peran strategis sebagai pengawas sekaligus mitra kritis pemerintah daerah dalam membenahi sektor pendidikan.
“Jangan sampai Dewan Pendidikan hanya jadi pelengkap struktur, ramai di acara tapi sepi kerja nyata. Sementara kualitas pendidikan kita masih tertinggal dan layanan ke masyarakat belum optimal,” tegas Ferry.
Ia juga menyoroti sejumlah persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan, seperti ketimpangan fasilitas sekolah, kualitas tenaga pengajar, hingga pelayanan pendidikan yang dinilai masih birokratis dan belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Ferry menegaskan, Dewan Pendidikan seharusnya menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan publik, bukan justru bersikap pasif atau kompromistis terhadap berbagai kelemahan kebijakan.
“Kalau Dewan Pendidikan tidak berani bersikap kritis, lalu siapa lagi yang akan membela kepentingan siswa dan orang tua? Jangan hanya jadi penonton di tengah persoalan yang nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendesak Dewan Pendidikan Garut untuk segera berbenah dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta keberanian dalam memberikan rekomendasi yang tegas dan solutif kepada pemerintah daerah.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik tidak lahir dari jabatan semata, melainkan dari kerja nyata dan keberpihakan yang jelas terhadap kualitas pendidikan.
“Ini soal masa depan generasi. Tidak boleh ada kompromi. Dewan Pendidikan harus memilih: bekerja serius atau kehilangan legitimasi di mata publik,” pungkasnya.
