Ruangrakyatgarut.id 16 Maret 2026 – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Garut menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam proses pembangunan daerah menuju tahun 2027. Hal tersebut tertuang dalam landasan pemikiran yang disampaikan organisasi kepemudaan tersebut sebagai dorongan agar pemuda dilibatkan secara lebih aktif, mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan pembangunan di Kabupaten Garut.
DPD KNPI Garut menilai pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, pemuda dipandang memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, kekuatan sosial, sekaligus mitra kritis pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan daerah.
Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai unsur kepemudaan, KNPI Garut memandang bahwa agenda pembangunan menuju 2027 membutuhkan kerangka kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah penguatan koordinasi lintas sektor dalam pembangunan kepemudaan. KNPI menilai isu kepemudaan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor strategis, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, ekonomi kreatif hingga penataan ruang wilayah.
Karena itu, diperlukan mekanisme koordinasi yang lebih terintegrasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut agar kebijakan pembangunan kepemudaan tidak berjalan secara sektoral, melainkan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah secara menyeluruh.
Hal tersebut juga sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan yang menegaskan bahwa pembangunan pemuda merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha.
Selain itu, KNPI Garut juga mendorong keterlibatan pemuda dalam forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Menurut KNPI, sektor swasta memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial, termasuk dalam pengembangan kapasitas generasi muda.
Melalui forum TJSLP, program-program perusahaan diharapkan dapat lebih responsif terhadap kebutuhan pemuda, seperti peningkatan kapasitas kewirausahaan, pengembangan ekonomi kreatif, dukungan pendidikan, serta penguatan organisasi kepemudaan.
KNPI juga menilai pemuda perlu dilibatkan dalam kajian strategis terkait wacana pemekaran wilayah di Kabupaten Garut, baik di kawasan Garut Utara maupun Garut Selatan. Keterlibatan tersebut dinilai penting agar wacana pemekaran tidak semata didorong oleh kepentingan politik, tetapi didasarkan pada kajian akademik yang matang, mencakup kesiapan infrastruktur pemerintahan, potensi ekonomi daerah, serta kualitas layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan.
Di sisi lain, organisasi kepemudaan ini juga menyoroti pentingnya penyediaan ruang publik yang ramah pemuda dalam penataan ruang wilayah. Ruang publik dinilai memiliki peran penting dalam mendorong aktivitas kreatif generasi muda, mulai dari kegiatan seni budaya, olahraga komunitas, hingga diskusi intelektual.
KNPI Garut juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam memperkuat ekonomi lokal. Generasi muda dinilai memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor kewirausahaan, ekonomi kreatif, pariwisata, pertanian modern, hingga industri digital.
Salah satu gagasan yang didorong adalah kajian pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang dapat mengelola potensi ekonomi daerah secara profesional dan berkelanjutan, termasuk dalam pengelolaan sektor pariwisata, pengolahan hasil pertanian, serta penguatan rantai distribusi produk UMKM.
DPD KNPI Kabupaten Garut menegaskan bahwa keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan, KNPI Garut berharap pembangunan Kabupaten Garut menuju tahun 2027 dapat berjalan lebih inklusif, partisipatif, serta berorientasi pada masa depan generasi muda.
