Ruangrakyatgarut.id 12 Maret 2026 – Perwakilan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Garut turut berpartisipasi dalam sidang kelompok Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). pada bidang infrastruktur dan kewilayahan. Dalam forum tersebut, KNPI menyampaikan sejumlah gagasan strategis yang menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat, khususnya kalangan pemuda.
Dalam sidang kelompok tersebut, KNPI Garut diwakili oleh Cepi R Muhammad. selaku Ketua Harian KNPI Kabupaten Garut dan Ryan Multama selaku Wakil Ketua KNPI Kabupaten Garut.
Pada kesempatan tersebut, KNPI mendorong agar pembangunan infrastruktur di Kabupaten Garut dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi aktivitas kepemudaan. Menurut KNPI, keberadaan ruang publik yang representatif untuk kegiatan pemuda. menjadi kebutuhan penting dalam membangun ekosistem kepemudaan yang sehat, kreatif, dan produktif.
“Pemuda membutuhkan ruang publik yang memadai untuk beraktivitas, berkreasi, dan mengembangkan potensi diri. Infrastruktur seperti taman tematik, ruang kreatif pemuda, hingga fasilitas olahraga dan kegiatan otomotif dapat menjadi sarana penting untuk membangun energi positif generasi muda,” ungkap Ryan Multama dalam forum tersebut.
Selain mendorong pembangunan ruang publik kepemudaan, KNPI juga menekankan pentingnya afirmasi keterlibatan pemuda dalam penanganan bencana. Mengingat Kabupaten Garut memiliki potensi kerawanan bencana alam, peran pemuda dinilai sangat penting sebagai bagian dari relawan tanggap darurat maupun dalam kegiatan mitigasi bencana.
Menurut KNPI, selama ini pemuda seringkali menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, perlu ada strategi yang lebih terstruktur dari pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pemuda melalui pelatihan, koordinasi, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Dalam pembahasan mengenai pembangunan kewilayahan, KNPI juga menyoroti pentingnya strategi peningkatan trafik kunjungan ke kawasan Garut Selatan yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Wilayah tersebut dinilai memiliki kekayaan alam yang sangat menjanjikan, mulai dari kawasan pantai hingga potensi wisata alam lainnya yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Ketua Harian KNPI Garut, Cepi R Muhammad, menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur menuju kawasan Garut Selatan sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Apabila konektivitas infrastruktur menuju Garut Selatan semakin baik, maka kunjungan wisatawan juga akan meningkat. Hal ini tentu akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, jasa, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” ujar Cepi.
Selain itu, KNPI juga mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk lebih membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu strategi dalam mempercepat pembangunan berbagai proyek strategis daerah, terutama yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur pariwisata dan fasilitas publik.
Ryan Multama menilai bahwa keterbukaan pemerintah daerah terhadap skema kemitraan akan memberikan peluang yang lebih luas untuk menghadirkan investasi serta inovasi dalam pembangunan daerah.
“Dengan memanfaatkan skema KPBU, pemerintah daerah dapat mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal daerah. Hal ini penting untuk mendukung agenda pembangunan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi daerah, khususnya melalui sektor pariwisata,” jelasnya.
KNPI Garut berharap berbagai gagasan yang disampaikan dalam sidang kelompok Musrenbang tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan Kabupaten Garut ke depan. Organisasi kepemudaan ini juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi secara konstruktif dalam proses pembangunan daerah, sehingga pemuda tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari motor penggerak kemajuan daerah.
