Ruangrakyatgarut.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menghadiri sekaligus mendukung tindak lanjut mitigasi bencana tanah longsor melalui kegiatan penanaman pohon keras dan pemasangan terpal di Kampung Ciaringao, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi, Senin (9/2/2026).
Wanita Binangkit Indonesia (WBI) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dan berkolaborasi secara positif bersama Pemerintah Kabupaten Garut. Keterlibatan langsung WBI dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian organisasi perempuan tersebut terhadap upaya penanggulangan bencana serta perlindungan masyarakat di wilayah rawan longsor.
RENTAN Juga Mengucapkan terima kasih Atas kolaborasi dari pemerintah BPBD serta Organisasi perempuan WBI Dalam Kegiatan mitigasi ini merupakan respons nyata yang diinisiasi bersama Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (RENTAN) atas potensi risiko longsor yang mengancam keselamatan permukiman warga, sarana pendidikan berupa madrasah, serta akses jalan desa yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Garut bersinergi dengan Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (RENTAN), Wanita Bangkit Indonesia (WBI) Garut, serta Sekolah Sungai Cimanuk yang dikoordinatori Mulyono. Aksi mitigasi dilakukan secara gotong royong melalui penanaman pohon keras di titik-titik rawan longsor guna memperkuat struktur tanah secara alami.
Selain upaya vegetatif, dilakukan pula pemasangan terpal pada tebing rawan longsor sebagai langkah mitigasi struktural sederhana. Langkah ini bertujuan mengurangi pergerusan tanah akibat curah hujan tinggi serta meminimalisir potensi terjadinya longsor susulan.
Tidak hanya berfokus pada mitigasi lingkungan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pembagian bantuan sembako kepada para lanjut usia (jompo) di sekitar lokasi terdampak. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap kelompok rentan yang paling berisiko terdampak bencana.
Kegiatan mitigasi ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi kebencanaan yang telah dilaksanakan pada 23 Desember 2025, pascakejadian longsor dengan panjang sekitar 120 meter dan tinggi kurang lebih 60 meter di wilayah Kampung Ciaringao.
Pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, melibatkan Kampung Siaga Bencana (KSB) Jaringao Desa Sukajaya, masyarakat setempat, serta mendapat dukungan lintas sektor dari TNI, Polri, Dishub, Damkar, Dinsos, PLN, Forkopimcam Sukaresmi, dan Pemerintah Desa Sukajaya.
BPBD Kabupaten Garut mengapresiasi sinergi dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat sebagai langkah nyata dalam memperkuat ketahanan lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di Kecamatan Sukaresmi.
