Runagrakyatgrut.id 04 Januari 2026 — Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda tengah mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan H+1 Milad ke-34 yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 5–8 Februari 2026. Persiapan tersebut dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh agenda berjalan tertib, khidmat, serta memberikan manfaat nyata bagi santri, alumni, dan masyarakat sekitar pesantren.
Menjelang peringatan hari lahir ke-34, pengurus Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda bersama panitia pelaksana melakukan koordinasi intensif guna menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan. Koordinasi dilakukan baik secara struktural antar bagian kepanitiaan maupun dengan unsur internal pesantren lainnya. Langkah ini diambil agar setiap agenda dapat berjalan sesuai perencanaan dan tetap mencerminkan nilai-nilai pendidikan Islam yang menjadi landasan pesantren.
Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Muhammad Ilham Nurfaqih Amrulloh, menyampaikan bahwa seluruh elemen yang terlibat telah bekerja sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Menurutnya, persiapan tidak hanya berfokus pada aspek teknis acara, tetapi juga pada substansi kegiatan agar selaras dengan jati diri dan visi pesantren.
“Persiapan H+1 Milad ke-34 ini kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari kesiapan tempat, susunan acara, hingga koordinasi dengan para pihak terkait. Agar seluruh kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tetap mencerminkan jati diri Pondok Pesantren Nurul Huda.
Ia menjelaskan, rangkaian milad tahun ini memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain agenda keagamaan, panitia juga merancang berbagai kegiatan kreasi seni dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar pesantren. Di antaranya adalah penampilan Qosidah modern Al manar, santunan sosial, pasar rakyat UMKM, serta parade 34 tumpeng yang melambangkan usia pesantren saat ini.
Puncak acara Milad ke-34 direncanakan akan diisi dengan kegiatan Tabligh Akbar bersama KH Dudung Abdullah Faqih. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penguatan nilai keislaman dapat menjangkau masyarakat luas. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam agenda sosial dan ekonomi, seperti pasar rakyat UMKM, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.
Panitia pelaksana menilai, pelaksanaan kegiatan H+1 menjadi momentum penting untuk melanjutkan semangat milad dengan agenda yang lebih aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dengan pembagian waktu yang lebih fokus, panitia berharap setiap kegiatan dapat berjalan lebih tertata dan optimal.
Secara historis, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda telah berdiri selama 34 tahun dan berkontribusi aktif dalam bidang pendidikan Islam serta pembinaan karakter generasi muda.
Dalam perjalanan tersebut, pesantren mengalami berbagai dinamika perkembangan, baik dari sisi jumlah santri, pengembangan kurikulum, maupun peran sosial di tengah masyarakat. Hal ini menjadikan peringatan milad tidak sekadar seremoni, melainkan juga refleksi atas perjalanan panjang dan kontribusi pesantren.
Dalam persiapan kali ini, panitia juga memberi perhatian khusus pada aspek ketertiban, keamanan, dan kenyamanan. Koordinasi dengan perangkat internal pesantren dilakukan untuk pengaturan arus kegiatan, kebersihan lingkungan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
kegiatan H+1 Milad ke-34 tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam setiap agenda pesantren.
“Kami berharap seluruh rangkaian acara ini mendapat dukungan dan doa dari semua pihak agar membawa keberkahan, tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi atas peran pesantren dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” ujarnya.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda optimistis rangkaian kegiatan H+1 Milad ke-34 dapat berjalan sesuai ren
