Ruangrakyatgarut.id 02 Januari 2026 — Momentum Nifsu Saban dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat iman dan pengendalian diri sebagai landasan dalam menjalankan ibadah sekaligus menunaikan tugas kebangsaan. Hal tersebut disampaikan H. Aceng Malki dalam refleksi spiritual yang menekankan pentingnya keseimbangan antara nilai keagamaan dan tanggung jawab sosial.
Menurut H. Aceng Malki, penguatan iman dan pengendalian nafsu merupakan fondasi utama agar setiap bentuk pengabdian tidak semata berorientasi pada pencapaian hasil, tetapi juga dilandasi keikhlasan, moralitas, serta tanggung jawab spiritual yang kuat.
Ia menegaskan bahwa ibadah dan pencarian ilmu harus berjalan seiring dengan etika dan integritas. Tanpa pengendalian diri, ilmu berpotensi disalahgunakan, sementara ibadah dapat kehilangan makna sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Dalam konteks kehidupan berbangsa, pengendalian nafsu dinilai menjadi kunci agar setiap amanah yang diemban—baik di bidang pemerintahan, pendidikan, maupun pelayanan publik—dapat dijalankan secara adil dan bertanggung jawab.
H. Aceng Malki juga menyoroti tantangan zaman yang semakin kompleks, menuntut keteguhan iman sebagai penuntun dalam mengambil keputusan. Menurutnya, iman yang kuat akan melahirkan sikap bijak, jujur, dan konsisten dalam menjalankan peran kebangsaan.
Momentum Nifsu Saban, lanjutnya, seharusnya tidak dimaknai sebatas tradisi keagamaan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki niat, perilaku, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Ia berharap nilai-nilai penguatan iman dan pengendalian diri dapat terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda, agar mereka tumbuh sebagai insan berilmu yang berakhlak serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Dengan menjadikan iman sebagai landasan dan pengendalian nafsu sebagai prinsip hidup, H. Aceng Malki meyakini ibadah, ilmu, dan tugas kebangsaan dapat berjalan selaras demi terwujudnya kemaslahatan umat dan kemajuan bangsa.
