Ruangrakyatgatut.id 31 Januari 2026 — H. Dudung Sudiana bersama alumni Akademi Militer 1994 (TEKAD) melaksanakan kegiatan penanaman pohon di wilayah Batu Tumpang, Kecamatan Cikajang–Banjarwangi, Kabupaten Garut. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung keberlanjutan alam.
Penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan kerusakan lingkungan sekaligus penguatan kesadaran ekologis di tingkat masyarakat. Kawasan Batu Tumpang dinilai memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga lingkungan yang perlu dijaga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari warga setempat, unsur TNI, hingga Muspika. Sinergi tersebut mencerminkan semangat gotong royong antara masyarakat dan aparat dalam menjaga kawasan hijau serta memperkuat ketahanan lingkungan wilayah.
Dalam keterangannya, H. Dudung Sudiana menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen. Menurutnya, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan simbolis, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keselamatan dan kesejahteraan generasi mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan berkelanjutan pascapenanaman agar manfaat ekologis dapat dirasakan secara optimal. Upaya penghijauan, kata dia, harus dibarengi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga dan melestarikan alam sekitar.
Keterlibatan alumni Akmil 94 (TEKAD), TNI, dan Muspika dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan nyata aparat terhadap program pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Kehadiran unsur aparat diharapkan mampu mendorong kedisiplinan serta kesinambungan kegiatan serupa di masa mendatang.
Warga yang terlibat menyambut positif kegiatan penanaman pohon tersebut. Mereka berharap penghijauan ini dapat memberikan dampak langsung, mulai dari menjaga ketersediaan air, meningkatkan kualitas lingkungan, hingga mengurangi risiko bencana alam.
Melalui kegiatan ini, H. Dudung Sudiana berharap kolaborasi antara masyarakat, aparat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat, sehingga upaya menjaga lingkungan tidak berhenti pada satu kegiatan semata, melainkan berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
