Ruangrakyatgarut.id 26 Januari 2026 -Garut kembali menorehkan langkah penting dalam dunia otomotif. Sebuah tim balap baru bernama Garut Punya Racing Team (GPRT) segera hadir sebagai wadah pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan potensi otomotif lokal, baik di jalur off-road maupun on-road. GPRT akan fokus pada berbagai cabang seperti grasstrack, motocross, drag race, hingga road race.
Kehadiran GPRT bukan sekadar membentuk tim balap, tetapi membawa visi besar: menjadikan otomotif sebagai ekosistem pembinaan generasi muda Garut agar mampu berprestasi sekaligus mengharumkan nama daerah di level regional hingga nasional.
Tim ini digawangi oleh dua penggiat otomotif sekaligus pengusaha sukses Kabupaten Garut, Gangan Khusnul Muamar dan Nizam, yang dikenal memiliki jaringan luas dan kepedulian tinggi terhadap perkembangan dunia otomotif. Dari sisi manajerial, GPRT dikelola oleh Deskay, sosok selebgram otomotif Garut yang selama ini aktif menghadirkan konten-konten otomotif inspiratif dan dekat dengan generasi muda.
Menariknya, GPRT juga mendapat dukungan dari salah satu legislator muda Garut, Lucki Saadilah, yang memandang otomotif sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia anak muda. Menurutnya, otomotif bukan hanya hobi, tetapi sarana pembinaan karakter, prestasi, serta ruang positif untuk menyalurkan potensi agar tidak terjebak pada aktivitas negatif.
“Banyak kota besar yang sudah membuktikan bahwa tim balap bisa menjadi simbol kebangkitan daerah. Kita lihat misalnya Jogja dengan tim-tim road race yang melahirkan pembalap nasional, Bandung dengan ekosistem drag race dan balap motor yang kuat, hingga Surabaya dan Malang yang memiliki tim-tim besar di grasstrack dan motocross. Garut punya potensi yang sama besar, bahkan tidak kalah,” ujar Gangan.
Ia menegaskan bahwa GPRT tidak hanya berorientasi pada pencarian atlet.
“GPRT diharapkan menjadi tim alternatif yang mampu melahirkan bibit-bibit potensial dari Garut. Bukan hanya pembalap, tapi juga mekanik, tuner, builder motor, hingga pelaku industri kreatif otomotif. Bengkel-bengkel di Garut tidak kalah kualitasnya. Soal garap motor, kita punya kemampuan besar. Ini soal membangun kepercayaan diri dan ekosistem,” tegasnya.
Gangan juga menyinggung fakta historis bahwa dunia otomotif Garut memiliki akar yang kuat.
“Kita tahu AHRS sebagai salah satu legend brand otomotif itu berasal dari Garut. Artinya, DNA otomotif kita sudah ada sejak lama. Mudah-mudahan GPRT bisa menjadi tim besar yang membawa harum nama Garut secara khusus dan Jawa Barat secara umum.”
Sementara itu, Afsal selaku Divisi Kemitraan GPRT menegaskan bahwa kolaborasi tidak akan dibatasi hanya pada dunia otomotif.
“Bagi kami, otomotif adalah medianya. Tapi yang kita bawa adalah nama besar Garut. Ke depan kami ingin berkolaborasi dengan sektor lain seperti pariwisata, UMKM, kuliner, hingga industri kreatif. Setiap event balap adalah panggung promosi Garut. Lewat motorsport, kita bisa mengangkat wisata, budaya, dan potensi ekonomi daerah,” jelasnya.
Menurut Afsal, konsep ini sudah banyak diterapkan di kota-kota besar, di mana tim balap menjadi ikon promosi daerah. Seperti Bali yang memadukan balap dengan pariwisata, atau Yogyakarta yang menjadikan event otomotif sebagai daya tarik wisata anak muda. GPRT ingin Garut berada di jalur yang sama.
Di akhir pernyataannya, Gangan menyampaikan harapan besar terhadap dukungan semua pihak.
“Sejak dulu kita kenal banyak pembalap hebat dari Garut, bengkel hebat dari Garut, dan industri otomotif dari Garut. Sekarang sudah saatnya otomotif Garut naik kelas. Dengan kebersamaan, dukungan pemerintah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat, GPRT bisa menjadi simbol kebangkitan otomotif Kabupaten Garut.”
Dengan lahirnya Garut Punya Racing Team, Garut bukan hanya membangun tim balap, tetapi sedang membangun harapan baru, bahwa otomotif bisa menjadi jalan prestasi, jalan ekonomi, sekaligus jalan kebanggaan daerah.
