Ruangrakyatgarut.id BANJARWANGI 19 Januari 2026 — Pemerintah daerah mulai melaksanakan rekonstruksi Jalan Banjarwangi melalui pekerjaan pengecoran beton sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Pengerjaan ini disambut positif oleh masyarakat setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan.
Selama ini, Jalan Banjarwangi kerap dikeluhkan warga karena berlubang, licin saat hujan, serta sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut dinilai menghambat mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta akses pendidikan dan pelayanan publik.
Proyek rekonstruksi jalan ini dilaksanakan oleh CV Petraco dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp384.957.500,00. Pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari program perbaikan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Pengawas lapangan CV Petraco, Aka Sudrajat, menyampaikan bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar teknis dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa proses pengerjaan berada dalam pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), konsultan pengawas, serta melibatkan pemerintah kecamatan dan desa.
Selain pengawasan formal, masyarakat juga turut dilibatkan dalam pemantauan pelaksanaan proyek. Kehadiran warga dan komunitas yang selama ini aktif mengawal isu infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta kualitas hasil pekerjaan.
Pada tahap awal, pengecoran jalan dilakukan sepanjang kurang lebih 80 meter. Meski dinilai sebagai langkah awal yang positif, warga berharap pekerjaan ini dapat dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh ruas Jalan Banjarwangi benar-benar layak dan aman dilalui.
Menurut warga, kondisi jalan yang memadai sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas ekonomi lokal, distribusi hasil pertanian, serta keselamatan pengguna jalan. Selama ini, kerusakan jalan kerap memicu kecelakaan dan meningkatkan biaya transportasi.
Pemerintah daerah diharapkan memastikan keberlanjutan pembangunan jalan tersebut melalui perencanaan yang matang, penganggaran yang transparan, serta pengawasan yang ketat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. (Red)
