Ruangrakyatgarut.id — Ratusan sopir truk pengangkut pasir Kabupaten Garut menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut, kamis (08/01/2026). Aksi ini merupakan luapan kemarahan atas terhentinya aktivitas pengangkutan pasir selama tiga hari terakhir yang berdampak langsung pada lumpuhnya mata pencaharian para sopir.
Ketua Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi, menegaskan bahwa aksi tersebut bukan soal perizinan tambang, melainkan soal perut dan kelangsungan hidup ribuan keluarga sopir truk.
“Ini bukan urusan izin tambang. Ini soal nasib sopir truk yang setiap hari harus memberi makan keluarganya. Sudah tiga hari mereka tidak bekerja, tidak ada pemasukan, sementara kebutuhan hidup terus berjalan,” tegas Yudi dengan nada keras di hadapan massa.
Yudi menyayangkan sikap Bupati Garut yang dinilai abai dan tidak menunjukkan empati terhadap penderitaan para sopir. Massa aksi mengaku telah menunggu hampir dua jam, namun tidak mendapat kehadiran maupun kejelasan solusi dari pihak eksekutif daerah.
“Kami sudah menunggu hampir dua jam. Bupati tidak hadir. Ini bukti tidak adanya rasa terhadap rakyat kecil. Kalau hari ini tidak ada solusi, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan massa yang jauh lebih besar,” ancamnya.
Para sopir menilai kebijakan yang menghentikan aktivitas pengangkutan pasir telah mematikan mata pencaharian rakyat kecil tanpa solusi konkret. Setiap hari tanpa bekerja berarti dapur tidak mengepul, anak-anak tidak makan, dan beban hidup semakin berat.
Massa aksi mendesak Bupati Garut segera turun tangan dan mengambil keputusan yang berpihak pada kemanusiaan, bukan sekadar kebijakan administratif yang mengorbankan ribuan kepala keluarga.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Para sopir menegaskan perjuangan ini belum selesai dan akan terus berlanjut hingga pemerintah daerah menunjukkan keberpihakan nyata terhadap nasib sopir truk pengangkut pasir di Kabupaten Garut.
