Ruangrakyatgarut.id 22 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Yayasan At Taqwa Garut Kota menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan pangan kepada anak yatim dan kaum duafa di wilayah Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Selain bantuan pangan, yayasan juga memberikan sedikit uang saku untuk membantu meringankan kebutuhan para penerima manfaat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat berbagi dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang sejalan dengan semangat Hari Santri Nasional.
Ketua Yayasan At Taqwa Garut Kota, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yatim dan kaum duafa yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari para penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas ucapan.
“Bantuan ini kami prioritaskan untuk anak-anak yatim dan kaum duafa yang benar-benar harus dibantu. Kami ingin berbagi sesuai dengan kemampuan yayasan, agar saudara-saudara kita yang membutuhkan bisa ikut merasakan perhatian dan kepedulian,” ungkap Rahmat Hidayat.
Ia menambahkan, kegiatan berbagi tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Santri Nasional saja. Apabila diberikan kelancaran rezeki dan kemampuan, Yayasan At Taqwa Garut Kota berkomitmen untuk mengagendakan penyaluran bantuan pangan secara rutin setiap hari Jumat, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota.
Komitmen tersebut merupakan upaya yayasan untuk membangun kepedulian sosial yang berkelanjutan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar.
Rahmat berharap, kegiatan berbagi yang dilakukan yayasan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan untuk turut membantu sesama, terutama masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi.
Ia juga mengajak para agnia atau orang-orang yang diberikan kelebihan rezeki agar menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu anak yatim, kaum duafa, serta saudara-saudara yang benar-benar tidak mampu.
“Kami mengajak para agnia yang memiliki rezeki lebih untuk menyisihkan sebagian hartanya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Tidak harus menunggu kaya atau memiliki banyak harta untuk berbagi. Jika dilakukan bersama-sama, insyaallah bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan,” tuturnya.
Menurutnya, kepedulian sosial tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari masyarakat, para dermawan, lembaga sosial, dan berbagai elemen lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan At Taqwa Garut Kota berharap semangat Hari Santri Nasional dapat dimaknai lebih luas, tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat nilai kepedulian, keikhlasan, gotong royong, dan kebermanfaatan bagi sesama.
Dengan rencana kegiatan berbagi setiap Jumat, Yayasan At Taqwa Garut Kota berharap semakin banyak masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu. Langkah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti besar bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.
