Ruangrakyatgarut.id 17 Oktober 2026 — Partai politik harus hadir setiap hari untuk rakyat, bukan hanya ketika momentum pemilihan umum tiba. Pesan yang disampaikan DPP PDI Perjuangan kepada para kadernya itu menjadi semangat pengabdian yang diwujudkan melalui aksi sosial di tengah masyarakat.
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, seorang kader PDI Perjuangan di Kabupaten Garut mengunjungi dua keluarga yang mengalami musibah kebakaran hingga kehilangan rumah tempat tinggal dan harta benda di Desa Sindangprabu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kunjungan pertama dilakukan ke kediaman Ibu Nenah Herlina, warga Kampung Garawangsa RT 04 RW 03, Desa Sindangprabu. Rumah yang ditempatinya dilaporkan mengalami kebakaran pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 18.45 WIB.
Musibah tersebut membuat keluarga Nenah Herlina menghadapi situasi sulit karena kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Dalam kondisi seperti ini, dukungan dari berbagai pihak menjadi penting untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memulihkan kehidupan mereka.
Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Pak Ona, warga Kampung Regol RT 05 RW 04, Desa Sindangprabu, yang rumahnya mengalami kebakaran pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kepada kedua keluarga tersebut, kader PDI Perjuangan itu menyerahkan tali asih berupa bantuan sembako dan santunan uang tunai. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan beban keluarga yang tengah menghadapi dampak musibah.
Meski bantuan yang diberikan bersifat terbatas, kepedulian sosial diharapkan dapat menjadi penguat bagi keluarga korban untuk melewati masa sulit. Namun, pemulihan pascakebakaran tentu membutuhkan dukungan lebih luas, terutama untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang layak.
Kedua keluarga tersebut masih membutuhkan uluran tangan berbagai pihak agar dapat membangun kembali rumah mereka. Karena itu, persoalan ini tidak cukup hanya disikapi melalui bantuan sesaat, tetapi memerlukan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Garut memiliki peran penting dalam menginisiasi koordinasi lintas sektor untuk membantu keluarga korban. Kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), serta unsur masyarakat dapat menjadi salah satu jalan untuk menghimpun dukungan pemulihan rumah warga.
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah, optimalisasi sumber pendanaan non-APBD perlu menjadi perhatian. Salah satu langkah yang patut dipertimbangkan ialah pembentukan atau penguatan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Garut agar kontribusi perusahaan dapat dikoordinasikan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dapat mendorong pemetaan kebutuhan masyarakat, mempertemukan perusahaan dengan program sosial yang relevan, serta memastikan bantuan menjangkau warga yang membutuhkan, termasuk keluarga korban bencana kebakaran.
Musibah yang dialami Nenah Herlina dan Pak Ona menjadi pengingat bahwa persoalan sosial membutuhkan kehadiran bersama. Pemerintah, lembaga sosial, dunia usaha, organisasi politik, dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing untuk membantu warga bangkit kembali.
Pada akhirnya, semangat bahwa partai politik harus hadir setiap hari untuk rakyat perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Kepedulian tidak semestinya berhenti pada kunjungan dan penyerahan bantuan, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi agar keluarga yang kehilangan tempat tinggal memperoleh kesempatan untuk membangun kembali kehidupan mereka.
Ruangrakyatgarut.id — Mengawal kepedulian, menyuarakan kebutuhan rakyat, dan mendorong kolaborasi untuk kemanusiaan.
